TINJAUAN UMUM ETIKA
A. Pengertian Etika
Dalam pergaualan hidup bermasyarakat, bernegara hingga
pergaualan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur
bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut
menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama,
protokoler dan lain-lain.
Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan
prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan
mana yang benar dan mana yang buruk.
Secara umum etika terbagi menjadi dua bagian besar yaitu
Etika Umum dan Etika Khusus.
1. Etika Umum : Etika tentang kondisi dasar dan umum
bagaimana manusia harus bertindak secara etis. 2. Etika Khusus : Penerapan
prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan khusus.
Etika Khusus dikelompokkan menjadi :
1. Etika Individual : Etika yang menyangkut hubungan
individu dengan dirinya sendiri. 2. Etika
Sosial : Etika yang menyangkut hubungan individu dengan lingkup kehidupannya.
Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik
secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap
kritis terhadpa pandangan-pandangana dunia dan idiologi-idiologi maupun
tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.
Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang. Dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah sebagai berikut
1. Sikap terhadap sesame
2. Etika keluarga
3. Etika profesi
4. Etika politik
5. Etika lingkungan
6. Etika idiologi
B. Pengertian Moral
Moral berasal dari bahasa latin “Mos” yang juga berarti adat
kebiasaan. Secara etimologis, Moral sama dengan Etika yaitu nilai dan norma
yang menjadi pegangan seseorang.
Menurut Lowrence Konhberg dalam Wahyono (2006:6) Keenam tahapan perkembangan moral dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan: pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional.
Tingkat 1 (Pra-Konvensional)
1. Orientasi kepatuhan dan hukuman
2. Orientasi minat Pribadi
( Apa untungnya buat saya?)
Tingkat 2 (Konvensional)
3. Orientasi keserasian interpersonal dan konformi
( Sikap anak baik)
4. Orientasi otoritas dan pemeliharaan aturan sosial
( Moralitas hukum dan aturan)
Tingkat 3 (Pasca-Konvensional)
5. Orientasi kontrak social
6. Prinsip etika universal
( Principled conscience)
C. Pengertian Norma
Sony Keraf (1991), ada dua macam norma :
1. Norma Umum
Norma yang memiliki sifat universal, terbagi menjadi tiga :
a. Norma Sopan Santun : disebut juga norma etiket adalah
norma yang mengatur pola prilaku dan sikap lahiriah manusia.
b. Norma Hukum :
adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena
dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam
kehidupan bermasyarakat.
c. Norma Moral : yaitu aturan mengenai sikap dan prilaku
manusia sebagai manusia. Norma ini menyangkut aturan tentang baik-buruknya,
adil tidaknya tindakan dan prilaku manusia sejauh dilihat sebagai manusia.
2. Norma Khusus
Aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan
khusus misalnya aturan yang berlaku dalam bidang pendidikan, keolahragaan,
bidang ekonomi dan sebagainya. Norma ini hanya berlaku pada lingkup bidangnya
dan tidak berlaku jika memasuki bidang lainnya.
Berdasarkan Nilai dan Norma yang terkandung didalamnya,
Etika dikelompokkan menjadi :
1. Etika Deskriptif
Etika yang berbicara tentang fakta, yaitu nilai dan pola perilaku manusia yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam masyarakat
2. Etika Normatif
Etika yang memberikan penilaian serta himbauan kepada manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku.
D. Etika danTeknologi
➢ Teknologi adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia untuk memudahkan pekerjaannya.
➢ Kehadiran teknologi membuat manusia “kehilangan” beberapa sense of human yang alami. (otomatiasi mesin→refleks/ kewaspadaan melambat)
➢ Cara orang berkomunikasi, by or by surat, membawa perubahan signifikan, dalam sapaan/tutur kata
➢ Orang berzakat dengan SMS, implikasi pada silaturahmi yang “tertunda”
➢
Emosi (“touch”) yang semakin tumpul karena jarak dan waktu semakin bias dalam
Teknologi Inf
Komentar
Posting Komentar